Posts

Showing posts from January, 2021

Media Sosial Bukan Sampah

Image
Perkembangan media sosial di zaman ini begitu pesat dan telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Meskipun realitasnya masih ada sebagian besar manusia yang belum menikmatinya. Mereka yang masih tinggal di   remote area   masih sangat ‘tabu’ akan hal ini. Benar adanya bahwa kehadiran media sosial sangatlah membantu kehidupan manusia dalam berbagai hal. Komunikasi merupakan salah satu contoh konkretnya. Jarak tidak lagi menjadi persoalan. Bermodalkan jaringan dan   voucher  komunikasi menjadi lancar. Sebuah vidio yang dipublikasikan di  youtube  tentang perilaku anak-anak zaman  now  sangatlah menarik. Seorang anak kecil sedang asyik memainkan gawai, saat gawai itu direbut, ia menangis tersedu-sedu. Tetapi, saat gawai itu dikembalikan, ia menjadi tenang dan memainkannya lagi. Anak tersebut seolah ‘hidup dari gawai’ dan bukan dari orangtuanya. Ikatan psikologis anak dan orangtua tak lagi terlihat. Inilah realitas zaman kita yang seolah berbalik arah....

Menggugat Realitas dalam Narasi Nilai Pancasilais

Image
  Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Keberagaman ini diikat dengan semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’, berbeda-beda, tetap satu. Terdapat beribu-ribu pulau dan budaya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote. Semasa sekolah dasar dulu, kami dengan bangga dan lantang menyanyikan lagu “Dari Sabang sampai Merauke” sebagai lagu kebangsaan yang menyatukan perbedaan. Lagu ini menjadi motivator tersendiri bagi kami anak-anak Nusa Tenggara Timur untuk mengenal saudar-saudara kami yang berada di belahan Nusantara ini. Lirik yang paling berkesan bagi saya adalah “...Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu, menjunjung tanah airku, tanah airku Indonesia”. Ada sebuah janji yang terpatri di sana. Janji yang mengandung dan mengundang setiap orang untuk bertanggung jawab atas tanah air ini. Pertanyaannya, Apakah janji itu sudah terpenuhi atau sebaliknya ditiadakan?   Realitas Kompas edisi 14-20 Agustus 2006 menuliskan edisi khusus bertaju...

Toleransi Kita bagi Masa Depan

Image
Toleransi dalam kamus bahasa serapan didefenisikan sebagai keadaan yang mana orang mampu hidup dalam keadaan sulit atau bertenggang rasa (Surawan Martinus, Gramedia, Jakarta: 2001). Jika ditelaah lebih lanjut, dapat dimunculkan pertanyaan, sebenarnya apa yang sulit? Atau mengapa harus bertenggang rasa? Kedua pertanyaan ini akan coba saya jawab berdasarkan pengalaman saya saat berada di daerah saya dan disandingkan pengalaman studi saat ini.   Pengalaman pertama: keterbukaan. Saya berasal dari Nusa Tenggara Timur, khususnya daerah Timor Tengah Selatan Desa Benlutu. Sebagian besar penghuni daerah ini adalah pengungsi dari Timor-Timur pada tahun 1975.  Atau dapat dikatakan bahwa, daerah ini mayoritasnya adalah pengungsi yang mengembara. Leluhur kami diterima dengan begitu baik oleh raja Amanuban (Raja Nope) yang pada waktu itu sedang berkuasa di daerah tersebut. Kepada mereka, dipercayakan untuk menghuni tanah kosong yang sekarang dikenal sebagai Desa Benlutu, Kecamatan Batu...